Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

Beralih ke mode gelap.

Beralih ke mode terang.

in

Jenazah Perawat Kariadi Ditolak Dimakamkan di Ungaran

Posisi tenaga kesehatan, perawat, dokter dan bidan dalam kondisi seperti saat ini serba dilematis. Satu sisi sebagai tenaga profesional mereka harus tetap melayani, sisi lain ketersediaan alat pelindung diri (APD) mereka agar tidak tertular dan terinfeksi virus corona, terbatas.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jateng Edy Wuryanto menyatakan, keprihatinannya ini bertambah ketika ada seorang tenaga kesehatan, perawat meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19. Semakin prihatin ketika perawat tersebut akan dikebumikan sesuai keinginan keluarga, justru ditolak oleh warga Sewakul Ungaran Barat Kabupaten Semarang.

Saat keprihatinan ini, kami ingin semua tenaga kesehatan, perawat, dokter, bidan dan yang lainnya tetap memberikan layanan yang terbaik dengan semangat tulus dan ikhlas mengutamakan keselamatan masyarakat meskipun dengan kondisi yang ada, sesuai dengan doktrin dan sumpah tenaga kesehatan,” kata Edy saat dihubungi suaramerdeka.com, Jumat (10/4).

Penolakan yang dilakukan warga, saat jenasah seorang perawat RSUP dr Kariadi yang meninggal dunia karena terinfeksi virus corona, akan dimakamkan menurutnya karena adanya stigma mengenai wabah tersebut sehingga menimbulkan ketakutan yang luar biasa. Sehingga muncul penolakan jenasah di mana-mana, tidak hanya di Ungaran tetapi juga di Banyumas, Medan dan Jakarta.

“Stigma terbentuk karena informasi yang salah. Menurutnya prosedur pengurusan jenasah orang yang terinfeksi Covid-19 sudah standar protokol kesehatan,” tambahnya.

Ia juga sudah menyampaikan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, mengenai hal itu dan yang bersangkutan akan melakukan rapat khusus kepada bupati/ wali kota untuk lebih melakukan edukasi kepada rakyat tentang protokol jenasah korban Covid-19 dan efek itu menurutnya, juga berjanji akan berkoordinasi dengan tokoh agama membantu sosialisasi dan edukasi.

“Beliau juga menyampaikan akan mengkaji adanya lokasi pemakaman khusus bagi masyarakat yang meninggal karena virus corona. Tetapi bagi kami, lebih pada edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Saat ini sudah ada 10 tenaga kesehatan di seluruh Indonesia yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19, untuk di Jateng ada dua dan keduanya di Semarang.

Sumnber: suaramerdeka.com

Rekomendasi

Viral Nenek Tolak Bantuan Beras, Minta Disumbangkan ke Orang Membutuhkan

Dokter Ratih Meninggal Akibat Covid-19, Ayah: Saya Menyesal Menyekolahkannya di Kedokteran

Back to Top